MENGABDI UNTUK NEGERI

Mengabdi Untuk Negeri Ku Pengabdian Untuk Bangsa Ku

Senin, 20 Desember 2010

CELOTEH....PAHLAWAN TANDA JASA YANG TERSUNGKUR

Loyalitas, pengabdian, kerja keras apapun itu untuk jaman sekarang sudah tidak berarti. Pengabdian pada negara dengan lebel "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", Tersungkur dengan birokrasi yang disinyalir berbau korupsi, kolusi dan nepotisme, pemerintah mengobarkan api Berantas Korupsi.... Berantas Kolusi...... Berantas Nepotisme, namun  apa yang terjadi kobaran api menyala tapi arang di bawah terus mengepulkan asap menghalalkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Tawar menawar untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai   di sebuah intansi pemerintah bak sebuahruang lelang, siapa penawar yang tertinggi dia yang mendapatkan dan marak terjadi di level bawah. Bahkan harga nominal  sudah distandarkan, celoteh kaum kecil yang tidak terdaftar dalam agenda lelang " Apa yang  harus aku lalukan.... untuk makan anak dan istrikupun belum sepenuhnya cukup" dengan gaji honorer hanya cukup untuk membli susu, memang kami harus berpuasa.

T ak sedikit pengabdian pada negara, tak sedikit pula honor  yang disunat dengan alasan untuk administrasi.Sungguh mengerikan sekali ketika mereka mengatakan " Kami tidak akan memotong honor anda tetapi ini prosedur administrasi...... " hukum rimbapun jadi pedoman.

Penguasa Daerah memberi perintah untuk merekrut pegawai negeri yang akan di tempatkan pada intansi yang sudah di tentukan, dengan kalimat yang menyejukan " Ini tes murni umum yang tidak mungkin ada unsur  KKN, tidak ada surat menyurat dengan panitia dll...." tapi apa kenyataanya nomor tes di sebarkan tetapi banyak titipan nomor untuk dipastikan lolos sebagai calon pemenang tender (lulus tes :red). Tidak kah mereka melihat loyalitas, kesabaran atau ketidak pastian.

 Sayang serbu kali sayang  " Pahlawan tanda jasa " dibodohi oleh kebijakan yang mengatas namakan keadilan dan Rasa Terima kasih dengan di iming-imingi pengangkatan otomatis 300 ribu PNS. Pelaksanaan pendataan yang terus-menerus tanpa ada realisasi, " tak terpikirkah oleh tuan penguasa... berapa puluh ribu yang dikeluarkan untuk menyiapkan pemberkasan ??" teriak seorang honorer". Bagi mereka mungkin nomial tersebut tak ada artinya, tetapi bagi kaum honorer bisa di gunakan untuk makan anak dan istri selama 1 atau 2 minggu.

A rogankah kaum honorer meminta kepastian kepada penguasa..... ?, tentang kepastian pengangkatan atau kepastian tes murni 100%. Cengeng kah... para kaum honorer meminta balas kasih dari penguasa...? Tolongjangan bodohi mereka, mereka manusia.... mereka perlu makan...mereka perlu hidup.

Tidak lah di pungkiri penguasa memberikan intensif (rasa terima kasih:red) dengan memberikan sebesar 150 ribu rupiah/bulan yang realisasi penerimaannya tidak menentu, terkadang dibayar per tiga bulan, enam bulan bahkan satu tahun, jika kita renungkan mereka (honorer:red) mau makan enak harus menunggu tiga, enam atau satu tahun.

( Celoteh.... pahlawan tanpa tanda jasa yang tersungkur)

7 komentar:

  1. memang sangat tidak adil pemerintahan ini, tanpa adanya guru yang mengajar semua generasi muda akan terperosok dalam ke gelapan dan tanpa adanya guru para pemimpin tidak akan menjadi pemimpin seperti sekarang ini,tapi kenapa gaji para guru sekarang banyak yang di tunda sampai 1 tahun lamanya anak mereka mau makan apa..........?

    BalasHapus
  2. memang tidak adil pemerintahan ini,kalau bukan karna jasa guru para penguasa di negri ini tidak akan menjadi penguasa, seharusnya mereka menghormati para guru walau bagai mana pun mereka adalah sebagian hidup kita pada waktu kecil, kalau bukan karna jasanya kita tidak akan berhasil, tapi kenapa sekarang banyak guru yang di tunda gajinya mau makan apa nanti anak dan istrinya di rumah bila gaji mereka di tunda......?

    BalasHapus
  3. memang tidak adil pemerintah ini mereka mementingkan diri sendiri tanpa berpikir panjang siapa yang membuat mereka seperti itu kalau bukan jasa dari seorang guru awalnya mereka hanya seorang rakyat biasa yang mempunyai kelebihan hingga menjadi seseorang sukses dan berguna tapi mereka lupa siapa yang membuat mereka seperti itu.

    BalasHapus
  4. saya sangat salut dengan ide ini di mana harus aktif dalam pembatasan korupsi namun harus di jelaskan sejalas - jelasnya apa itu yang di rebut korupsi dan mana tidak di sebut KORUPSI selanjut nya harus di jelas kan pula hukuman apa yang di anjur kan oleh agama islam dalam menghukum orang yang bertindak korupsi

    BalasHapus
  5. memang tidak adil seorang guru yang berjasa sangat banyak tapi gaji mereka di potong dengan alasan yang tidak jelas.
    kalau gaji mereka di potong anak istri mereka mau makan apa.
    mereka mementingkan diri mereka sendiri tanpa memikirkan jasa seorang guru, mereka lupa siapa yang membuat mereka seperti itu kalau bukan karena jasa seorang guru..
    awalnya mereka hanya rakyat biasa yang mempunyai kelebihan harta dan fisik yang membuat mereka menjadi seperti sekarang ini.
    mana visi misi mereka dulu sebelum mereka menjadi seperti sekarang ini.

    BalasHapus
  6. percuma pak
    klo setiap hri guru pergi mengajr klo upah yg d terima tdk sesuai dgn yg d krjakn oleh guru ...

    BalasHapus
  7. percuma pak...
    klo setiap hri guru prgi mengajr klo upah yg d terima tdk sesuai dgn yg d berikan

    BalasHapus